Senin, 03 Februari 2014

Hati-Hati Saat Patah Hati



                Wajahnya keruh seperti Kali Ciliwung di bulan Desember, rambutnya awut-awutan seperti sapu iju, matanya pun sembap sebesar buah duku, hampir tak ada lagi yang indah. Padahal sebulan sebelumnya Rina begitu cantik, senyumnya enak dilihat seperti bunga mawar di depan rumah, suaranya pun merdu seperti tengah berada di Albert Royal Hall di Inggris.
                Rina memang tengah mengalami dismetamorfosis. Bila ulat berubah menjadi kepompong dan menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik, dia sebaliknya. Dari perempuan yang lemah lembut dan ramah hati, kini berubah menjadi buruk rupa dan berperangai mengerikan. Untung saja dia masih mau makan dan minum, bila tidak, rasanya sulit membedakannya dengan sebatang sapu di rumah.
                What happen? Aya naon? Semua karena Rinto, pria lajang yang tinggal dekat kompleks rumahnya. Lelaki bertubuh tinggi, berambut ikal, dan berhidung mancung itu memang dahsyat. Wajahnya nyaris setampan Ari Wobowo, hanya beda tipis. Punya suara yang memukau seperti layaknya Rinto Harahap tapi dengan musikalitas Glenn Fredly yang mampu melelehkan hati wanita mana pun.
                Tanpa sengaja muncul benih cinta antara dua tetangga itu hingga akhirnya sang pacar memutuskan cinta. Gara-garanya, Rinto kecantol wanita lain di kampusnya. Niat Rinto sebenarnya baik, dia tidak ingin membagi cinta. Namun, Rina ketiban rugi. Cinta Rinto diluruhkan semuanya kepada perempuan teman kuliahnya. Rina jelas patah hati. Sebuah keadaan yang konon absurd, sulit dijelaskan dengan kata-kata tapi rasanya sungguh tak enak, makan tak nikmat, dan mata tak amau diajak terlelap. Inginnya mendengarkan lagu-lagu melankolis, tapi di satu waktu inginnya segera mati. Hati kita kan kenyal, kok bisa patah. Sungguh absurd, bukan? Sekali kena masalah ini hidup bisa jadi tak kan produktif,  bahkan bisa lebih fatal akibatnya.
                Di dunia ini sudah tak terhitung orang yang memilih mati ketimbang bergelut keluar dari rasa sakit hati. Orang yang tidak berada dalam keadaan ini boleh jadi menganggap itu pekerjaan bodoh. Mereka yang terperangkap dalam keadaan ini merasa tak tahan terhadap derita yang dirasakannya. Tak sedikit yang merasa tindakannya under control.
                Prof. Alex Garner, anggota the British Psychological Society mengatakan, ”Orang bisa mati karena patah hati”. Frank Tallis, ahli kejiwaan yang tinggal di London, sebagaimana dikutip majalah The Psychologist, termasuk yang meminta para ahli untuk lebih mewaspadai penderita patah hati dan menangani mereka lebih serius.”Meskipun sudah banyak riset dilakukan untuk menangani masalah hubungan sosial dan psikoseksual, hanya sedikit yang melakukan studi lebih dalam tentang patah hati, ” kata Tallis. Dalam keadaan ekstrem, hubungan percintaan yang naik turun alias tidak stabil atau ditolak cintanya bisa membawa orang melakukan tindakan di luar kendali.
                Tapi tak semua patah hati berakhir di liang lahat. Mari kita pergi ke Australia bertemu trio Bee Gees alias Gibbs bersaudara. Suatu ketika mereka pernah mengalami patah hati yang parah. Mereka pun bertanya-tanya dalam hati. Pertanyaan mereka malah melahirkan melodi yang indah. Lamat-lamat terdengar merdu hingga akhirnya terangkailah sebuah lagu dengan judul yang rasanya sudah menjadi lagu wajib penggemar kelompok musik ini, ”How Can You Mend A Broken Heart?”
                Lagu ini semula mereka tawarkan kepada Andy Williams, penyanyi lainnya. Namun, belakangan mereka memilih untuk menyanyikannya sendiri. Hasilnya, album Tragalfar sukses. Berawal dari patah hati, mereka malah jadi terkenal hingga ke belahan dunia lain.
                Keberhasilan Bee Gees dan pemusik blues dalam menciptakan sebuah melodi justru karena adanya patah hati. Banyak contoh lain, silakan mendengar musik blues. Petikan gitar, suara yang parau, dan melodi yang terdengar dari para pengusung musik ini senantiasa berkisah tentang pedihnya sebuah patah hati. Ada pemeo di dunia musik bahwa seorang musisi blues tak kan memainkan musiknya dengan baik kalau dia belum pernah mengalami patah hati. Penghayatan? Katakanlah begitu. Di negeri sendiri beberapa lagu D’Masiv, terutama ”Di Antara Kalian” dan ”Cinta Ini Membunuhku’ yang terkenal itu, terinspirasi karena musisinya ditolak cinta berulang kali.
                Jadi, hati-hati bila patah hati. Manusia sejatinya dapat hidup lebih baik setelah mengalami patah hati. Jadi, patah hati itu perlu. Patah hati bila tidak dikelola dengan baik memang bisa berakibat fatal. Tentu tidak mudah mengatasinya, ada banyak cara untuk itu. Intinya, jangan membiarkan rasa sakit hinggap berlama-lama.
                Perbanyaklah kegiatan sosial, kegiatan yang dapat membantu dan meringankan beban orang lain. Penelitian membuktikan bahwa menolong orang lain mendatangkan perasaan bahagia. Apa saja? Banyak, menjadi anggota bakti sosial, panitia keagamaan, atau kegiatan lain yang berguna.
                Tekuni kembali hobi lama Anda. Carilah kegemaran baru. Pada kesempatan ini mungkin Anda masih menutup diri terhadap kemungkinan berkenalan dengan orang-orang baru. Tidak ada yang terlalu cepat untuk bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru meskipun hubungan Anda dengan kekasih baru berakhir beberapa hari.
                Anda dapat juga membaca buku, majalah, atau memutar film yang dapat menggugah inspirasi. Kunjungilah sahabat atau keluarga terdekat apabila Anda dihinggapi kesepian yang sangat. Lakukan hal-hal yang menyenangkan, seperti main tebak-tebakan, main kartu, atau ceritakan hal-hal yang ringan dan lucu.
                Sejatinya, cobaan seberat apa pun, termasuk patah hati, akan membuat seseorang menjadi lebih kokoh, kuat, dan lebih mengerti akan arti kehidupan. Anggaplah kegagalan cinta sebagai riak kecil di lautan. Anggap saja itu sebagai ajang latihan karena kita tidak pernah tahu akan kehidupan yang terjadi di hari esok. Boleh jadi di masa nanti cobaan yang datang jauh lebih hebat tetapi kita sudah siap menghadapinya. Apabila lebih ringan, tentu kita bisa lebih rileks.
                Violeta Parra, musisi asal Chile, pernah melontarkan kata-kata indah tentang hati yang remuk. ”Saat matahari terbenam, tidak perlulah menangis, sebab air mata yang menggenang akan menghalangi kita melihat bintang-bintang yang datang kemudian”. Hmm... it’s so sweet, begitu indah

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar